Kawah Chicxulub yang berlokasi di Yucatan Peninsula, Meksiko, itu akan dibor sedalam hampir 5.000 meter di bawah permukaan dasar laut guna mengungkap misteri peradaban purbakala. Para peneliti nantinya akan mengambil sampel langka yang berada di inti kawah.
Lingkaran pada puncak kawah akan menjadi pusat penelitian studi sampel tersebut. Corak di sana terbentuk selama kejadian hantaman asteroid ke Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinosaurus menguasai Bumi sekitar 135 juta tahun lamanya sebelum akhirnya punah karena serangan asteroid berukuran sekitar 10 kilometer, lalu menyebabkan kebakaran hutan hingga menimbulkan debu dan puing-puing ke udara yang berhasil menghalang cahaya matahari masuk ke Bumi.
Mengutip laporan situs Tech Time, kawah Chicxulub adalah satu-satunya kawah yang memiliki kaitan dari kepunahan besar, sehingga rencana pengeboran ini dianggap sebagai kesempatan berharga.
Rencananya pengeboran tersebut akan dimulai pada musim semi tahun 2016 mendatang.
Proyek ini sudah berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 10 juta atau sekitar Rp 130 miliar dan sudah mendapat persetujuan oleh European Consortium for Ocean Research Drilling (ECORD) dan International Continental Scientific Drilling Program (ICDP).