Seperti diketahui, salah satu mitra manufaktur Apple ini setidaknya membeli sebanyak 50 ribu sampai 60 ribu iPhone bekas tiap harinya melalui saluran global yang kemudian dijual kembali untuk para pelanggan Tiongkok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk iPhone bekas dinilai sebagai bisnis bagus karena menghasilkan margin keuntungan yang tinggi.
Sementara 80 persennya dikirim ke 30 distributor berbasis Hung Hom, Hong Kong untuk dijual kembali.
Menurut laporan Qihoo 360, siklus konsumen Tiongkok menggantik ponsel lama menjadi ponsel baru sudah menyusut hingga jangka waktu hanya 18 bulan saja. Dimana 20 persen diantaranya, mengganti handset mereka dalam kurun waktu 1 tahun saja.
Sementara menurut statistik Departemen Perindustrian dan Teknologi Tiongkok, pengguna ponsel di negara tersebut telah mencapai 1,2 miliar dan sekitar 100 juta handset per tahun tak lagi digunakan alias dibuang.
(tyo/tyo)