Manusia Bertemu Alien 10 Tahun Lagi, Mungkinkah?

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Jumat, 17/04/2015 06:24 WIB
Manusia Bertemu Alien 10 Tahun Lagi, Mungkinkah? Ilustrasi (Thinkstock/fergregory)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan NASA percaya bahwa manusia akan bertemu alien dalam 10 tahun ke depan. Tapi tak semua ilmuwan sepakat dengan hal itu.

Sebelumnya, Kepala Ilmuwan NASA Ellen Stofan mengatakan bahwa kehidupan lain di luar planet Bumi akan ditemukan dalam beberapa waktu ke depan.

"Saya percaya kita akan menemukan indikasi kuat kehidupan di luar Bumi dalam beberapa dekade berikutnya. Mungkin antara 10 sampai 20 tahun ke depan," katanya dalam sebuah diskusi, yang dikutip dari Popsci.


Tapi sekelompok penelitu dari Penn State menepis prediksi itu. Mereka mengaku sudah meneliti puluhan ribu galaksi di sekitar Bimasakti, tapi tak satupun ada tanda-tanda kehidupan seperti alien.
"Galaksi-galaksi tersebut umurnya miliaran tahun, harusnya mereka punya banyak waktu untuk diisi oleh peradaban asing seperti alien. Itupun jika 'mereka' benar ada," ujar anggota penelitian, Jason T. Wright yang juga seorang astrofisikawan.

Ia melanjutkan, "entah apakah mereka tidak benar ada, atau tidak menggunakan energi cukup untuk kita bisa mengenalinya."

Untuk penelitian itu, tim Wright menganalisis katalog observasi tahun 2010 yang dihasilkan oleh teleskop antariksa milik NASA, Wide-field Infrafred Survey Explorer (WISE). WISE berfungsi untuk mendeteksi adanya pergerakan astronomis di luar angkasa.

Berangkat dari hipotesis yang dibuat oleh fisikawan ternama, Freeman Dyson tahun 1960, yakni penjelasan mengenai kehidupan asing yang serba canggih bisa dikenali atau ditemukan melalui pembuangan panas yang dihasilkan oleh 'mereka', tim peneliti melakukan studi serupa. Mereka lalu memperhatikan panas yang dipancarkan oleh 100 ribu kandidat galaksi yang paling menjanjikan.

Wright mengatakan, jika seluruh galaksi telah dikuasai oleh peradaban asing yang canggih, energi yand diproduksi oleh teknologi mereka harusnya bisa dideteksi oleh panjang gelombang infra merah yang sebetulnya terdapat di satelit WISE sendiri. Nyatanya tak ditemukan apa-apa.

Walau Wright mengaku penelitiannya itu masih permulaan, seorang ahli teori fisika dari Harvard-Smithsonioan Center Astrophysics, Avie Loeb membantahnya.

Loeb kepada media Huffington Post menjelaskan, kehidupan asing seperti alien mungkin sulit dideteksi karena mereka mereka menggunakan energi yang lebih sedikit dari prediksi Dyson tahun 1960 itu.
"Untuk perbandingan, peradaban kita ini memproses hanya seperseribu dari sepertriliun energi yang keluar dari matahari. Kehidupan yang kurang 'terlihat' cenderung betulan ada, baik dari sisi kebutuhan energi ataupun produksi energi itu sendiri," ujar Loeb.

Sementara itu ahli astronomi terkenal dari Search for extraterrestrial intelligence (SETI) Institute, Jill Tarter, mendukung pencarian kehidupan asing di luar Bumi.


(eno)