Melalui algoritma baru, Google seakan mengeliminasi situs-situs yang antar mukanya tidak bersahabat dengan pengguna ponsel. Hal ini menjadi dampak besar bagi mereka.
Walau tak bisa disebutkan jumlahnya, namun situs-situs yang belum mengoptimalkan tampilan ponsel terbilang banyak. Nantinya, mereka tak akan lagi bisa terlacak oleh mesin pencari Google. Dengan kata lain, tersingkir.
Lihat juga:Demografi Pengguna Internet Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, "Google sangat serius akan hal ini."
Sejumlah pengelola situs akan terkejut ketika melihat perubahan jumlah trafik pengunjungnyaItai Sadan |
"Sejumlah pengelola situs akan terkejut ketika melihat perubahan jumlah trafik pengunjungnya,” ujar Itai Sadan, CEO perusahaan layanan pembuatan situs web, Duda.
Dari laporan Business Insider, bagi situs perusahaan dagang seperti UKM sampai perusahaan besar yang sekiranya sudah sesuai standar Google versi mobile, formula algoritma Google ini dinilai mengancam jutaan UKM yang belum punya dana cukup untuk mengadaptasi situs mereka menjadi tampilan antarmuka ponsel pintar.
Siasatnya hanya satu jika masih ingin berada di pencarian atas Google, yakni membuat rancangan tampilan situs untuk penggunaan perangkat mobile -- ramah digunakan yang mudah digeser ke atas dan bawah tanpa harus repot menggeser ke samping, serta cepat diperoleh.
Menurut hasil survei comScore, jumlah pencarian melalui perangkat mobile di Amerika Serikat meningkat sebesar 5 persen. Tiga bulan terakhir 2014 lalu, ada 18,5 juta pencarian melalui perangkat mobile.
Walau begitu, metode baru Google tidak memengaruhi penggunaan pencarian melalui perangkat laptop dan komputer.
Google berharap optimisasi pencarian pada perangkat mobile ini bisa mempersingkat waktu perolehan atau loading data, optimisasi dari sisi penelusuran informasi, dan tampilan antar muka pengguna bisa lebih efektif.
(eno/eno)