Kalau cumi-cumi umumnya bertelur satu kali, cumi-cumi vampir yang bernama latin Vampyroteuthis infernalis ini ternyata bisa bertelur sampai lebih dari 100 kali. Begitulah hasil studi yang dimuat di jurnal Current Biology.
Perbedaan ini diperkirakan sebagai hasil dari gaya hidup rendah energi di perairan dalam yang nyaris tak terjangkau cahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hewan bertubuh transparan ini hidup di laut dalam dan tak berumur panjang di tempat penampungan, sehingga sangat sulit bagi ilmuwan untuk merekam perilakunya.
Tapi baru sedikit yang diketahui dari binatang yang satu ini. Seperti halnya di dunia binatang sendiri, masih banyak spesies yang belum terungkap.
Sejak 2006, menurut catatan Christian Science Monitor, ada 18 ribu spesies baru yang ditemukan. Diperkirakan masih ada 10 juta spesies lain yang belum diketahui di luar sana.
Bukan Pengisap Darah
Cumi-cumi vampir mendapat nama itu dari bentuknya yang ‘mengerikan’. Warnanya yang gelap, selaput seperti jubah di tentakel, dan matanya yang merah, membuat ia disebut “Cumi Vampir dari Neraka”.
Tapi cumi ini bukan hewan pengisap darah seperti vampir.
Di dalam taksonomi, ia termasuk ordo yang berbeda dari cumi-cumi perairan dangkal, yaitu dari ordo Vampyromorphida. Cumi ini termasuk relik phylogenetic karena ia satu-satunya spesies yang tertinggal dari ordo tersebut.
Pada 1903, cumi vampir ini awalnya diklasifikasikan sebagai gurita oleh ilmuwan Jerman. Tapi kemudian ia dimasukkan dalam ordo Vampyromorphida, yang memiliki beberapa spesies tapi sudah punah.
[Gambas:Youtube] (ded/ded)