Brian Kubicki, salah satu peneliti dari Pusat Riset Amfibi Kosta Rika, mengatakan kodok kecil dan semi transparan itu berbadan lembut dan indikator yang bagus untuk menandai sehat tidaknya suatu ekosistem.
Kubicki menamai kodok itu Hyalinobatrachium dianae. Dinamai begitu untuk menghormati ibunya, Janet Diane Kubicki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana Hyalinobatrachium dianae ini berbeda dari spesies kodok kaca lainnya? Kubicki mengatakan perbedaannya pada warna, tekstur kulit, dan suaranya.
Kodok kaca termasuk amfibi dari ordo Anura. Ada tiga subfamili dalam ordo ini, yaitu Hyalinobatrachinae, Centroleninae, dan Allophryninae.
Meski warnanya relatif beragam, kebanyakan spesies kodok kaca berwarna hijau limau atau kehijauan. Kulit bagian perutnya transparan, sehingga organ dalam seperti hati, jantung, dan ususnya kelihatan.