Temuan Baru Peneliti tentang Seks Zaman Batu

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 02:01 WIB
Temuan Baru Peneliti tentang Seks Zaman Batu Ilustrasi kegiatan intim lelaki dengan perempuan. (Thinsktock/Jupiterimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para peneliti berdebat mengenai sebuah penemuan baru terkait dengan seks di Zaman Batu: tampaknya hanya 1 lelaki yang menurunkan DNAnya kepada 17 perempuan.

Penemuan tersebut didasarkan atas analisa dari DNA 450 orang yang berasal dari lokasi geografis berbeda. Peneliti membandingkan kromosom Y, yang diturunkan dari kakek moyang, dengan mitokondrial DNA berasal dari perempuan, seperti dilansir dari Pacific Standard, pada Kamis (23/4).

Analisa tersebut menunjukkan para ahli jumlah kakek dan nenek moyang di mana angka perempuan selalu lebih banyak dari lelaki. Serta, misteri mengapa angka-angka dari zaman kuno ini begitu berantakan.


"Bukan seperti adanya kematian massal kaum lelaki," kata Melissa Wilson Sayres, biolog komputasional, dari Universitas Arizona. "Mereka di sana, lalu apa yang mereka lakukan?"

Tim peneliti, yang menganalisa masa prasejarah dengan analisa genetik moderen, telah berargumen mungkin di Zaman Batu beberapa lelaki berfokus pada mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan. Sementara yang lainnya, bereproduksi.

Mereka yang mengejar kekayaan dan kekuasaan merupakan kelompok yang akhirnya sukses bereproduksi serta berhasil menurunkan pola itu kepada anak-anak mereka. Lalu, ratusan tahun berlalu, dan semakin banyak lelaki yang mulai bereproduksi kembali.

Danielle Paquette, seperti dilansir dari The Washington Post, mengatakan bahwa sistem seleksi alam saat itu adalah seleksi siapa yang paling terkaya. "Ini mungkin muncul setelah pertanian datang, yang membuat pereproduksi lelaki papan atas adalah mereka yang merupakan petani terbaik."

Sementara itu, Amanda Marcotte, penulis asal Brooklyn, mengatakan dalam website Slate kalau penemuan tersebut akan mengkonter pemikiran biologis evolusioner yang percaya sifat manusia ditentukan sepanjang masa berburu dan meramu yang dilakukan manusia gua.

Dia juga menyatakan kelegaanya bahwa masa di mana sedikit lelaki mendapatkan seluruh perempuan telah berakhir. "Terdengar mengerikan baik bagi perempuan dan lelaki," katanya. (utd/utd)


ARTIKEL TERKAIT