Messenger dibangun khusus untuk mempelajari Merkurius, planet yang paling dekat ke Matahari dalam sistem tata surya kita. Ia dilengkapi dengan tameng khusus untuk melindunginya dari radiasi yang intens dari Matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berada di lebih dari 4.000 titik orbit Merkurius, Messenger telah mengirimkan lebih dari 250 ribu gambar, yang menggambarkan detail planet itu, seperti jejak vulkanik, serta ‘mengintip’ intinya yang masif.
Misi Messenger harus diakhiri terkait keterbatasan bahan bakar, yang banyak terpakai untuk mengatur posisinya di orbit. Pada tahun lalu, para ilmuwan memutuskan untuk memakai cadangan akhir bahan bakarnya untuk melakukan putaran yang amat dekat ke permukaan Merkurius.
Aksi ini telah meningkatkan akurasi pengukuran gaya gravitasi dan medan magnet, yang membantu ilmuwan menyelidiki cara kerja di bagian dalam planet itu, termasuk bagian intinya yang amat masif tadi. (ded/ded)