Pertandingan tinju antara Flyod Mayweather dengan Manny Pacquiao adalah duel yang paling dinanti dalam satu dekade ini. Banyak orang ingin menyaksikan. Tak heran jika penyedia TV berbayar atau streaming premium berbondong-bondong menawarkan siaran langsung pertandingan tersebut.
Pay Per View adalah salah satu layananan broadcast yang menyediakan tayangan tersebut dengan tarif US$ 100 untuk setiap pelanggan. Layanan milik Pay Per View kemudian bisa disiarkan melalui layar besar untuk disaksikan bersama-sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akun @StephonJohnson8 adalah salah satu pengguna yang menyiarkan langsung pertandingan Mayweather vs Pacquiao melalui Periscope. Sudah bisa ditebak, banyak pengguna yang langsung menonton lewat layanan tersebut ketimbang harus membayar ke salah satu penyedia resmi.
Sementara Periscope, hasil tayangannya memang kurang bagus, cenderung buram dengan kualitas suara seadanya. Keasyikan menonton pun bisa terganggu jika kualitas internet saat itu sedang buruk. Tapi siapa yang peduli? Toh para pengguna tidak membayar sepersen pun untuk menikmatinya.
Menayangkan siaran langsung seperti itu sebenarnya sudah dikhawatirkan cukup lama, HBO bisa dibilang salah satu perusahaan yang paling keras mengungkapkan kekhawatiran pembajakan melalui Periscope.
![]() |
"Saya merasa para pengembang harusnya memiliki alat untuk mencegah pelanggaran hak cipta seperti itu," demikian pernyataan HBO saat Periscope menayangkan siaran perdana Game of Throne beberapa waktu lalu, dikutip dari Forbes.
Twitter belum berkomentar soal hal tersebut. Namun di luar sana memang banyak sekali aplikasi serupa yang menyediakan layanan live streaming secara gratis seperti Periscope, dan sebut saja Meerkat. Dan ini bisa mengancam acara-acara besar seperti pertandingan Mayweather vs Pacquiao.
Tak diketahui secara pasti berapa kerugian yang bisa ditimbulkan oleh aplikasi sejenis Periscope atau Meerkat, namun duel Mayweather vs Pacquiao menurut The Verge bernilai US$ 300 juta.
(eno/tyo)
