Roket bernama New Shepard ini diluncurkan di fasilitas dekat Van Horn, Texas, milik Blue Origin. Ia terbang ke ketinggian 93 kilo meter dari permukaan Bumi sebelum kapsul yang dibawanya dipisahkan dan diterjunkan kembali ke Bumi.
Namun, New Shepard masih mengalami gangguan pada uji coba kali ini. Dalam sebuah pernyataan, Bezos mengatakan pihaknya kehilangan tekanan dalam sistem hidrolik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Untungnya, kami sudah melakukan pekerjaan antisipasi sejak beberapa waktu lalu pada sistem hidrolik agar ditingkatka. Kami akan siap untuk uji terbang lagi segera,” kata Bezos seperti dikutip dari Reuters.
Mesin New Shepard diberinama BE-3 yang menandai prestasi perusahaan membuat mesin dengan bahan bakar hidrogen untuk penerbangan.
"Setiap astronaut di pesawat ini akan mendapat perjalanan yang sangat bagus ke luar angkasa dan kembali dengan mulus," kata Bezos dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.
SpaceX memiliki roket bernama Falcon dan kapsul Dragon yang rencananya bakal melayani penerbangan komersial dan membantu badan antariksa Amerika Serikat, NASA, dalam mengeksplorasi luar angkasa.
Bersama SpaceX, Boeing juga mengembangkan kapsul CST-100 untuk membantu NASA.
Sementara Virgin Galactic, mengandalkan SpaceShipTwo untuk membawa enam penumpang ke antariksa. Namun nahas, pesawat ini mengalami kecelakaan dalam uji terbang di Mojave, California, pada 31 Oktober 2014 lalu. (adt/eno)