Pria 47 tahun itu meninggal dunia setelah terjatuh dari alat treadmill. Kepalanya terbentur dan kehilangan banyak darah pada Jumat pekan lalu di sebuah resor di Meksiko ketika sedang berlibur bersama sang istri.
"Ini adalah contoh parah atau kasus yang telah merenggut nyawa," kata Dr Michael Jonesco, dokter perawatan olahraga di The Ohio State University Wexner Medical Center.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luka fatal akibat treadmill memang terbilang sedikit. Antara tahun 2003 sampai 2012, ada 30 kematian terkait dengan treadmill di Amerika Serikat. Jika dirata-rata per tahun, terdapat tiga kematian per tahun akibat treadmill, menurut Komisi Keselamatan Produk Konsumen Amerika Serikat (Consumer Product Safety Commission/CPSC).
Sementara itu, jumlah orang cedera karena olahraga secara umum di Amerika Serikat mencapai 62.600 tahun lalu, menurut CPSC.
"Ketika orang terjatuh saat berolahraga, saya selalu khawatir dengan jantung," katanya.
Untuk memulai berolahraga di treadmill, seseorang harus terlebih dahulu memastikan mereka cukup fit untuk latihan. Jika seseorang memiliki risiko penyakit jantung, atau ia seorang perokok, penderita obesitas, mereka harus berkonsultasi dengan dokter tentang keamanan untuk berolahraga treadmill, terlebih jika ingin berolahraga dalam intensitas tinggi.
Sebuah treadmill terbaru, atau yang tidak biasa digunakan seseorang, kemungkinan memiliki fitur dan kontrol yang berbeda. Perbedaan kontrol ini bisa membuat treadmill bergerak sangat cepat dan membuat seseorang terjatuh karena tak mampu mengimbangi gerakan.
Jika seseorang sudah bisa mengimbangi dan terbiasa dengan treadmill mereka, maka baru lah intensitas latihannya bisa ditingkatkan.
Jonesco mengatakan pada umumnya alat treadmill aman untuk digunakan karena menyediakan sarana olahraga lari tanpa harus keluar dari ruangan. (adt)