"Untuk bangun satu taman sains dan teknologi itu cukup mahal. Ristek Dikti mengeluarkan dana sekitar 100 sampai 200 miliar. Nanti setelahnya sharing dengan pihak yang terlibat," terang Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), M. Nasir kepada sejumlah awak media di Convention Hall Universitas Telkom Bandung, Kamis (7/5).
Pihak yang terlibat tersebut adalah pemerintah daerah, karena menurut Nasir, tiap daerah yang ditunjuk untuk membangun STP secara otomatis wajib mengalokasikan dananya. Dana dari pemerintah pusat diakuinya sifatnya hanya pendukung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
STP akan melibatkan pusat penelitian, pengembangan sains dan teknologi, serta melibatkan lembaga edukasi seperti kampus. Pemerintah juga menginginkan agar sektor swasta turut ambil andil di dalam STP.
Nasir mengatakan, STP bakal menjadi tempat pelatihan, pemagangan, pusat disseminasi teknologi, dan pusat advokasi bisnis ke masyarakat luas. Semua itu bisa berjalan apabila komitmen dan dukungan dari tiap pemerintah daerah yang baik.
STP rencananya akan dikembangkan hampir di setiap kota tiap-tiap provinsi Tanah Air. Presiden Jokowi memberi amanat kepada Kemenristek Dikti untuk melakukan koordinasi.
(eno/eno)