Surono bilang, letusan Tambora adalah yang terbesar yang pernah terdokumentasi di dunia saat ini. Letusan setingkat itu, kata Surono, tercatat pernah terjadi di Jepang. Tapi itu sekitar 7.000 tahun lalu.
Letusan sedahsyat itu jelas menimbulkan korban tak sedikit. Korban tewas diperkirakan mencapai 60 ribuan orang. Tapi ada juga yang memperkirakan korban tewas sebetulnya mencapai 100 ribu orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Balai Arkeologi Denpasar I Gusti Made Suarbawa mengatakan sampai saat ini sudah ada lima kerangka manusia korban letusan Tambora yang ditemukan para arkeolog. "Tiga kerangka ditemukan sendiri oleh tim Balar Denpasar," katanya kepada CNN Indonesia, Senin (11/5).
Pada penelitian 2008, tim arkeologi dari Balar Denpasar menemukan satu kerangka di dekat Sungai Sori Somba, yang berhulu di Gunung Tambora. Lalu pada penelitian kedua, pada 2010, ditemukan satu kerangka lagi di dekat kerangka pertama.
Pada tahun yang sama, tim juga menemukan satu kerangka lagi pada jarak sekitar 3 kilometer dari Sungai Sori Somba, di sebuah desa bernama Kampung Sumber Urip.
Dari penemuan manusia ini, Suarbawa mengatakan, "Bisa ditarik kesimpulan bahwa manusia Tambora pada saat letusan termasuk masyarakat yang secara ekonomi sudah mapan."
Soalnya, selain temuan kerangka, tim juga menemukan sejumlah artefak lain seperti guci-guci dari Tiongkok dan Eropa, serta batu-batu perhiasan, termasuk seperti batu akik.
Seperti apa wujud temuan manusia-manusia Tambora? Simak lanjutannya di CNN Indonesia. (ded/ded)