Rudiantara mengatakan pemerintah cukup kesulitan jika bekerja sendiri mendeteksi segala praktek prostitusi online, terutama jika dilakukan lewat sosial media, karena diketahui ada ribuan akun dan admin yang menyulitkan pencarian pelaku prostitusi.
"Makin banyak dan cepat masyarakat yang berpatisipasi dengan cara mengadukan maka bisa lebih cepat diproses konten tersebut. Jadi harus ada kerjasama antara pemerintah dan masyarakat," kata Rudiantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara menegaskan pihaknya telah mengambil langkah tegas kepada situs web yang menyediakan konten pornografi karena paling banyak dilaporkan oleh warga dari sekian banyak konten negatif lain seperti perjudian, terorisme, penipuan, pengelabuan, dan segala hal yang mengandung suku, ras, agama, antargolongan (SARA).
Kemenkominfo saat ini telah membentuk Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif (PSIBN) pada awal April 2015 yang bertugas mengkaji tindak lanjut yang harus diambil pemerintah dalam menanggulangi konten negatif yang ada di Internet.
Forum inilah yang bakal memberi rekomendasi situs web, akun, atau konten macam apa saja yang patut diblokir. Setelah itu, Kemenkominfo akan menambahkan nama situs web tersebut dalam daftar Trust Positif yang menjadi acuan penyedia jasa Internet dalam melakukan pemblokiran konten di dunia maya. (adt/adt)