Tak ada yang menyangka bahwa pasar ponsel pintar bakal memberi dampak begitu besar terhadap penjualan kamera saku. Division Manager Canon Image Communication Product, Sintra Wong mengungkapkan, penjualan kamera saku murah telah mengalami penurunan.
Apakah ini menjadi pertanda bahwa keberadaan kamera saku lambat laun akan sirna atau 'punah'?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sintra menjabarkan, kamera saku murah sudah mulai ditinggal lantaran teknologi kamera pada ponsel pintar sudah semakin canggih. Ditambah, kini semua orang bisa foto diri sendiri atau selfie dengan kamera depan.
Dari penuturan Sintra, para produsen ponsel seakan mengerahkan segala upaya untuk membuat kamera seapik mungkin. Tapi, menurutnya, mau sebagus apapun kualitas kamera ponsel belum tentu hasilnya memuaskan seperti hasil jepretan kamera pada umumnya.
"Yang ada ponsel itu kian melambung harganya. Padahal kalau dilihat dari kemampuan, tentu masih kalah jauh dari sebuah kamera," lanjut Sintra.
Contoh kecilnya, kamera ponsel tidak bisa melakukan zooming sebanyak kamera saku. Untuk kualitas gambar, kamera ponsel dinilai masih harus mengandalkan kadar cahaya yang baik agar hasilnya memukau.
Itulah yang menjadi alasan para konsumen yang masih rela membeli kamera saku premium. Mereka adalah pembeli yang paham soal kualitas dan tak hanya mengandalkan ponsel pintar.
"Saya akui teknologi kamera ponsel memang gila-gilaan, karena seakan ingin mengejar 'jatah' pasar kamera. Walau fiturnya serba canggih, kemampuannya masih tetap terbatas ketimbang kamera," tutup Sintra.
(eno)