"Saya bertemu pihak Huawei sejak 2002 silam. Mereka sudah memiliki peran besar di Indonesia dari sektor bisnis jaringannya, yang kemudian merambat ke ponsel," ungkap Rudiantara pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Huawei di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (19/5).
MoU tersebut berisikan kesepakatan Huawei untuk membangun pusat inovasi di Tanah Air untuk memberdayakan sumber daya manusia yang melingkupi pelatihan terhadap para mahasiswa lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chief RA, begitu ia ramah disapa, mengatakan alasannya ingin berbisnis agar lebih 'mudah'. "Kalau bicara bisnis, maka akan jelas karena main angka," begitu ucapnya.
Khusus inisiatif pembangunan pusat inovasi ini, Huawei bakal difokuskan pada human capital atau SDM yang melibatkan para mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.
Nantinya mereka bakal dilatih dan diberi bekal bidang teknologi komunikasi dan informatika. Sejauh ini sudah ada sekitar 125 mahasiswa yang bakal berpartisipasi.
Baik dari pihak Kemenkominfo maupun Huawei sayangnya masih malu-malu membocorkan nilai investasi yang digelontorkan untuk program ini.
"Perusahaan kami sudah menjalin kerjasama dengan Kominfo sejak 2013. Melalui program ini kami berharap bakal terus tingkatkan komitmen di dalam industri telekomunikasi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar CEO Huawei Indonesia, Sheng Kai.
(tyo/eno)