Pepohonan, lahan pertanian, halaman, atap rumah, penuh dengan sarang laba-laba. Goulburn, seperti dilansir Washington Post, Selasa (19/5) seperti ‘dijajah’ laba-laba kecil.
“Rumah saya seperti rumah yang ditinggalkan selama bertahun-tahun dan diambil alih laba-laba,” kata Ian Watson, kepada Sydney Morning Herald. Watson kemudian mengabarkan fenomena itu ke dunia maya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata fenomena semacam ini tak hanya terjadi di Goulburn. Kejadian serupa pernah terjadi di Texas, Brasil, dan Wagga Wagga, kota lain di Australia pada 2012.
Laba-laba itu menembakkan lusinan jaringnya sekaligus sehingga membentuk semacam parasut segitiga yang kemudian oleh angin mereka terbang ke tempat lain. Cara ini disebut lebih efektif ketimbang berjalan.
“Itulah mengapa biasanya hewan pertama yang mendarat di pulau baru yang terbentuk oleh aktivitas vulkanis adalah laba-laba,” kata Martyn Robinson, seorang naturalis di Australian Museum.
Ketika mendarat, parasut mereka pun diterbangkan angin, menutupi lansekap. Efek ini sering disebut sebagai ‘rambut malaikat’ yang terjadi setelah hujan lebat atau banjir. (ded/ded)