Rekan-rekan Jopi melakukan upaya agar sang pelaku bisa tertangkap dengan cara menuntut pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kematian pemuda kelahiran Kisaran, Sumatera Utara itu.
Tak terkecuali upaya yang dilakukan melalui ranah online dengan petisi dari situs change.org.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga berita ini disiarkan, tandatangan dari masyarakat untuk petisi Jopi sudah meraih angka 10.443 pendukung. Masih kurang 4.557 tandatangan untuk bisa memenuhi syarat ajuan, yakni 15.000.
Hal senada juga disampaikan oleh Haris Azhar dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). "Kami ingin polisi usut tuntas kematian Jopi pejuang agraria," kata Haris via pesan telepon kepada CNN Indonesia beberapa waktu lalu.
Jopi meninggal pada Sabtu (23/5) pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Pertamina Pusat, Jakarta akibat pendarahan yang cukup parah di punggung sebelah kanan dan menutupi paru-paru sebelah kiri.
Ia dibunuh karena berniat menengahi cekcok yang terjadi antara saksi dengan pelaku.
Sebelumnya, pihak Kepolisian Resor Jakarta Selatan menyatakan telah memeriksa empat saksi terkait kematian Jopi Peranginangin. Keempat saksi tersebut adalah dua sekuriti Venue D dan IK, kemudian MS pihak swasta, dan A seorang advokat.
(eno/eno)