Cerita horor saat kapal bernama Sao Jose-Paquete de Africa itu tenggelam didokumentasikan oleh Museum Kebudayaan dan Sejarah Afrika Amerika Smithsonian, seperti dilansir New York Times, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi baru berlayar selama 24 hari angin kencang yang menakutkan menerpa dan kapal itu kehilangan kendali di Tanjung Harapan. Ia pun menabrak karang di dekat Cape Town lalu tenggelam.
Kapten, anak buah kapal, dan setengah budak selamat. Tapi sekitar 212 orang tidak. Mereka tenggelam dan hilang di lautan yang dalam.
Kisah Sao Jose-Paquete de Africa itu hanya secuplik dari kisah perdagangan budak yang melanda dunia. Perdagangan budak menyebar antarbenua dan antarsamudera. Mulai dari desa kecil di Afrika ke negara lain, oleh para pedagang Eropa yang membawa mereka ke ‘dunia baru’ di Benua Amerika.
(ded/ded)