Tapi pakar yang dihubungi CNN Indonesia menyatakan fenomena itu tak ada hubungannya dengan gempa. Kepala Badan Geologi Surono mengatakan fenomena itu lebih kepada masa transisi musim hujan ke musim kemarau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat, kata Mbah Rono, tak perlu panik. Namun tetap diminta selalu waspada sebab ada atau tidak fenomena cacing, kawasan selatan Pulau Jawa memang termasuk rawan gempa.
Profesor Sunarno dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada juga berpendapat serupa. Menurut ahli fisika ini, masyarakat tak perlu panik karena fenomena cacing lebih kepada perubahan musim.
Lagi pula, menurut Sunarno, belum ada bukti empirik bahwa keluarnya cacing dari dalam tanah kemudian akan disusul terjadinya gempa bumi.
Alat Early Warning System (EWS) yang dimiliki Sunarno dan timnya pun tak mendeteksi adanya aktivitas bumi yang patut dikhawatirkan akhir-akhir ini. “Semua dalam keadaan stabil,” tuturnya, kepada CNN Indonesia, Rabu (3/6).
Sunarno menduga, keluarnya cacing dari dalam tanah terjadi karena perubahan kelembaban tanah ke arah musim kemarau.
“Cuaca akhir-akhir ini pun sering cepat berubah, mendung mendadak yang berarti terjadinya kondensasi karena penguapan air tanah yang cukup besar,” katanya. (ded/ded)