Diluncurkan pada November 2014 lalu, Dubsmash mendadak populer secara viral dalam skala global. (Baca: Kisah Pembuatan Aplikasi Dubsmash)
Di dalam Dubsmash, ada tiga kategori channel, yaitu Trending, Discover, dan My Sounds. Khusus di channel Trending, ada berbagai kategori bawaan sesuai temanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di channel Disover, pengguna bisa mencari klip suara yang berbeda dari Trending. Nah, channel My Sounds ini berguna untuk para pengguna yang ingin mengunggah klip suara sendiri.
Setelah rekaman selesai, kita bisa menyimpan video itu atau langsung memamerkannya melalui pesan instan WhatsApp dan Facebook Messenger. Kini, pengguna Instagram pun berbondong-bondong ‘menyampahi’ laman mereka dengan rekaman Dubsmash.
Di Instagram sendiri, pencarian dengan tanda pagar #dubsmash bisa mencapai hasil sebanyak dua juta video.
Dubsmash sendiri adalah hasil rakitan trio pengembang asal Jerman. Mereka adalah Jonas Drüppel, Roland Grenke dan Daniel Taschik. Aplikasi ini diproduksi oleh perusahaan mereka sendiri yang berbasis di Berlin, Mobile Motion GmbH.
Satu hal yang dinilai 'mengganggu' dari aplikasi ini, yakni masalah hak cipta. Kebanyakan klip suara di Dubsmash seperti klip film, segmen lagu, dan konten audio dari orang lain sifatnya tidak berlisensi.
Mengutip situs The Guardian, hal tersebut nantinya diyakini bakal dibahas di masa depan. Muncul kemungkinan bahwa si pemegang lisensi bakal bekerja dengan aplikasi ini untuk mengolahnya menjadi uang.
Dubsmash dilaporkan memperoleh total unduh lebih dari 50 juta kali melalui perangkat iOS dan Android dengan jumlah pengguna tersebar di 192 negara.
Penyanyi Jennifer Lopez dan aktor Hugh Jackman ikut mengunggah video Dubsmash ke dalam akun Instagramnya. (ded/ded)