Hal yang menarik, dari data Hubble diketahui bahwa ketiga supernova ternyata berasal dari bintang yang ‘terbuang’ dari galaksinya. Bintang yang meledak berada di antara galaksi-galaksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supernova itu terjadi di sekelompok galaksi yang berada 1 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Planet-planet yang mengorbit di bintang itu diduga ikut hancur bersama ledakan supernova.
Para penghuni planet-planet itu, seandainya ada, kata Graham, akan menyaksikan langit tanpa bintang sama sekali. Setelah itu, Bum!
Ledakan karena ‘Kekenyangan’
Supernova, yang awalnya dideteksi oleh teleskop di Mauna Kea, Hawaii itu, diduga meledak karena penyebab tipe pertama.
Supernova tipe ini terjadi ketika sebuah bintang yang lebih kecil mengorbit ke bintang yang lebih besar mulai hancur karena materialnya ‘disedot’ bintang yang lebih besar.
Tapi karena ‘sedotan’ material ini, bintang besar itu seperti ‘kekenyangan’ lalu tubuhnya menjadi terlalu masif dan tak stabil. Kemudian ia pun meledak.
Adapun supernova tipe kedua adalah ledakan yang terjadi lantaran sang bintang sudah berada di akhir hidupnya. Ketika bintang kehabisan bahan bakar nuklir, sebagian massanya mengalir ke dalam inti sehingga inti ini tak lagi bisa menahan tekanan gravitasinya sendiri. Lalu inti runtuh dan menyebabkan ledakan besar. (ded/ded)