Fitur tersebut merupakan bagian dari aplikasi pemantau kesehatan dan kebugaran Apple HealthKit yang membuka fitur baru bernama "Kesehatan Reproduksi." Pembaruan aplikasi HealthKit ini disampaikan Apple dalam konferensi pengembang aplikasi Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Francisco, AS, pada Senin (8/6).
Dalam menu Kesehatan Reproduksi itu, Apple menambahkan sub kategori Aktivitas Seksual di HealthKit yang jika berkenan si pengguna dapat memasukkan tanggal dan waktu aktivitas seks, termasuk keterangan apakah pada kesempatan itu si pengguna memakai alat kontrasepsi atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam menu Kesehatan Reproduksi itu terdapat sub kategori lain yang juga dapat diisi, seperti suhu tubuh, kualitas lendir serviks, siklus menstruasi, hasil uji ovulasi, dan bercak.
Pada saat yang sama, aplikasi ini dapat digunakan untuk membantu pengguna mencegah kehamilan dengan melacak parameter, menangani penyakit menular akibat kegiatan seksual, dan kondisi medis lain.
Apple hendak menjadikan HealthKit sebagai peranti lunak yang dapat membantu para dokter dan ilmuwan meneliti kesehatan. Bukan hanya urusan seks, namun segala jenis kesehatan dan penyakit.
Apple memiliki peranti lunak bersifat terbuka (open source) bernama ResearchKit yang diharapkan bisa membuat 700 juta pengguna iPhone berkontribusi mengumpulkan informasi medis yang dapat dimanfaatkan oleh para ilmuwan.
ResearchKit merupakan peranti lunak yang memungkinkan peneliti medis membuat diagnostik yang memanfaatkan iPhone dan sejumlah sensornya serta data dari aplikasi HealthKit.
Beberapa lembaga penelitian telah mengembangkan aplikasi yang bekerja di ResearchKit, termasuk mereka yang mengejar studi klinis pada asma, kanker payudara, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit Parkinson. Mereka antara lain Stanford University School of Medicine dan Weill Cornell Medical College. (adt/eno)