Intel Capital, perusahaan modal ventura milik Intel, berkata bakal mengalokasikan US$ 125 juta selama beberapa tahun ke depan untuk membawa keragaman dalam portofolio startup-nya.
Langkah itu diambil setelah banyak perusahaan teknologi di Amerika Serikat menghadapi kritik keras yang selalu mempekerjakan laki-laki dan orang kulit putih. Hal ini disebut menghambat iklim persaingan antar pekerja, mempersulit kaum perempuan dan kaum minoritas bekerja di industri teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, banyak pihak menilai keragaman akan membuat sebuah perusahaan lebih kuat, lebih inovatif, dan mampu mempersatukan mencapai satu nilai.
Pendanaan dari Intel telah mengalir ke perusahaan CareCloud yang menyediakan layanan kesehatan asal Miami, AS. Lambert berkata kepada Reuters, perusahaan ini setengah dari total karyawannya diisi oleh perempuan dan Hispanik.
Kemudian ada pula Mark One, produsen teknologi yang mampu mengevaluasi kalori dan kandungan gizi pada minuman yang dituang ke cangkir pintar buatan mereka. Lambert berkata, tiga orang Afrika-Amerika dududk di staf eksekutif Mark One.
Perusahaan Intel yang berbasis di Amerika Serikat memiliki 51.118 karyawan. Sebanyak 24 persen di antaranya adalah perempuan, 31 persen orang Asia, delapan persen Hispanik dan Latin, serta empat persen Amerika-Afrika. (adt/eno)