Namun kota yang berada di tengah padang pasir ini agak ganjil. Kota yang seharusnya mampu sedikitnya menampung 35 ribu jiwa nyatanya tak akan pernah diisi oleh manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapannya adalah bahwa laboratorium kota berukuran raksasa ini akan dapat membantu Google, Amazon dan bahkan Apple menguji generasi baru robot otomatis tanpa risiko mereka benar-benar menabrak gedung penuh dengan orang yang nyata.
Bila tak ada aral melintang, kota khusus robot ini akan selesai tahun depan dan sesudahnya bisa langsung diisi oleh para perusahaan teknologi untuk melakukan ujicoba. (tyo/tyo)