Sebagai pucuk pimpinan tertinggi, Costolo dianggap gagal membuat popularitas Twitter semakin melonjak, malah yang ada harga sahamnya anjlok. Ironisnya, pada Desember 2014 lalu, analis Sun Trust, Robert Peck sempat menyatakan "ada kesempatan bagus bahwa ia (Costolo) tidak akan ada dalam setahun".
Setelah pernyataan tersebut, saham Twitter naik sekitar 4 persen. Diketahui jumlah pengguna Twitter pada Desember lalu sekitar 284 juta orang, dikalahkan oleh media sosial Instagram, yaitu sebanyak 300 juta orang. Baca juga: Dick Costolo Mundur dari CEO Twitter
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Biz Stone, salah satu pendiri jejaring sosial berbasis mikroblogging itu, juga menyatakan ia sadar banyak pihak yang seakan ingin sekali Costolo mundur dari jabatannya.
Stone bahkan menambahkan, tiap kali diterpa kritik miring dan hal negatif tentang perusahaan, Costolo dinilainya sebagai pribadi yang bermuka tebal alias tak memusingkan banyak hal. "Ia banyak bergurau soal itu. Dick menghadapinya dengan sangat baik," sambung Stone.
Baca juga: Ini Syarat Lowongan CEO Twitter Baru
Costolo diangkat sebagai CEO Twitter pada Oktober 2010. Sebelum Costolo, Twitter dipimpin oleh Evan Williams sejak Oktober 2008 dan sebelumnya lagi dipimpin oleh Jack Dorsey di mana keduanya adalah pendiri Twitter.
Pendiri Twitter lainnya, yakni Jack Dorsey, akan menjadi CEO sementara sambil perusahaan tersebut mencari pengganti permanen. (tyo)