Tidak seperti di Bumi, ketika mempertimbangan gravitasi nol akan mempengaruhi tubuh manusia yang sebenarnya, jadi bukan hanya gerakannya saja.
Chris Impey, seorang profesor astronomi dari University of Arizona mengatakan bahwa tubuh manusia - pembuluh darah, otot, semuanya dirancang untuk menangani tarikan gravitasi. Darah tidak mengalir melalui tubuh sangat baik di gravitasi nol. Itu berarti pria bisa memiliki waktu yang sulit mendapatkan dan mempertahankan ereksi.
Baca: Raksasa Situs Porno Ingin Buat Film di Luar Angkasa
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya ada segelintir jenis studi mengenai masalah seks di luar angkasa atau dalam kondisi gravitasi nol. Namun yang jelas itu akan mempengaruhi dari sisi psikologis juga.
Secara fisik berhubungan seks mungkin lebih mudah tetapi ada komplikasi lain dengan keintiman dan prokreasi pada dunia yang asing. Impey memiliki ringkasan besar dari beberapa masalah terbesar.
Maka tak mengherankan ketika beberapa astronaut yang harus berada di luar angkasa dalam jangka waktu yang sangat lama, dilatih bagaimana untuk menghadapi masalah lahiriah ini. Sebab, badan antariksa pun menerapkan kebijakan yang ketat soal berhubungan badan ini.
Baca: Apa Bisa Buat Film Porno di Luar Angkasa?
"Aku baru saja berasumsi seks di luar angkasa akan menjadi sebuah petualangan, dan orang-orang akan menjadi kreatif dan mereka akan menemukan cara-cara baru untuk menikmati diri mereka sendiri," kata Impey.
Proses produksi film seks di antariksa ditaksir bakal mencapai US$ 3,4 juta, atau setara dengan Rp 45,2 miliar. Pembuatan film ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 60 hari.
Situs porno tersebut sudah mengajukan penggalangan dana melalui IndieGoGo untuk mewujudkan niatnya. Dan sejauh ini mereka sudah mendapatkan sumbangan sebanyak US$ 1.300.
Situs dewasa ini juga akan bakal memberikan seragam luar angkasa lengkap dengan pakaian dalam yang dikenakan para bintang film usai produksi, berkesempatan wawancara dua bintang film, dan mendapat akses film tersebut lebih awal. (tyo/tyo)