LastPas memungkinkan penggunanya menyimpan password secara online sehingga mereka dapat mengakses semua akun dengan satu master password. Ini ibarat menyimpan puluhan telur dalam satu keranjang, di mana jika keranjang itu pecah, maka bisa jadi semua telur pecah.
Pada Senin, 15 Juni lalu, LastPass mengumumkan bahwa peretas berhasil masuk ke sistem komputer mereka dan memiliki akses ke alamat email pengguna, pertanyaan pengingat password, dan versi terenkripsi master password pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli keamanan siber David Longenecker dari Texas, menyayangkan LastPass mempublikasi informasi insiden tersebut sebelum memperingatkan pengguna untuk mengubah password.
Sejumlah penyedia layanan Internet mencoba memberi solusi atas masalah tersebut, salah satunya dengan menyediakan dua langkah otentifikasi yang membuat sebuah akun dapat diakses setelah pihak penyedia layanan mengirim pesan teks sebagai kode akses kedua. (adt)