Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini berbicara kepada Reuters dan mengatakan bahwa petinggi AMD tengah melakukan musyawaran untuk mengambil keputusan. Ini menyoroti tekad CEO AMD Lisa Su untuk mempertimbangkan setiap opsi yang memungkinkan perubahan perusaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AMD sebetulnya telah berusaha mengekplorasi langkah tersebut di masa lalu namun sayangnya mereka tidak melakukannya. Ketika Su, mengambilalih sebagai CEO AMD pada Oktober lalu, menilai bahwa ada manfaat bagi perusahaan untuk setidaknya mempertimbangkan kemungkinan seperti itu lagi.
AMD yang diprediksi telah memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 2 miliar, telah berkompetisi dengan Intel sejak tahun 1980-an dengan membuat terobosan di bidang PC dan chip server.
Dalam beberapa tahun terakhir, AMD telah kalah bersaing di pasar. Apalagi faktanyanya saham AMD telah jatuh 40 persen selama 12 bulan terakhir, yang menyebabkan mereka harus mengurangi tenaga kerja hingga 7 persen.
(tyo/tyo)