Situs Privacy Online News buatan Rick Falkvinge, pendiri Pirate Party, menemukan bukti-bukti yang menguatkan tudingannya itu. Mereka menilai saat pengguna Chrome aktif, saat itu juga Google bisa merekam suara apa pun yang kemudian dikirimkan ke server Google.
Bukti pertama tuduhan tersebut adalah laporan bug yang mengaku saat Google Chrome dibuka, aplikasi peramban itu langsung mengunduh 'sesuatu'. Diikuti laporan status "Microphone: Yes" dan "Audio Capture Allowed: Yes."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Ok Google' adalah kalimat pemicu aktifnya perintah suara pada aplikasi Google Chrome. Tapi menurut Falkvinge, pada paket yang diunduh aktivasi justru dipicu oleh server Google. Artinya, kapan saja Google bisa merekam suara aktivitas pengguna.
Karena bagaimanan pun, menurut Falkvinge, Google telah memasang aplikasi perekam suara tanpa seizin penggunanya. Inilah yang dikhawatirkan mengancam privasi seseorang. Seperti dikutip dari Techworm, Selasa (23/6).
(eno)