Rick bergabung dengan Twitter pada November 2014, atau sekitar lima bulan sebelum Twitter mendirikan kantor resmi di Indonesia. Di Twitter ia menjabat sebagai kepala unit bisnis media sosial tersebut.
Tapi kini pria yang tinggal di Singapura itu memutuskan untuk mundur dengan alasan yang enggan disebutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun begitu bukan berarti Twitter harus mengerem langkah bisnisnya di Indonesia. Sebaliknya, mereka akan terus berekspansi dan melanjutkan semua strategi bisnis yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.
"Kami akan tetap berkomitmen di Indonesia, dan terus beroperasi mengingat banyaknya rencana kami sepanjang tahun ini," isi pernyataan Twitter yang dikutip dari Mumbrella, Senin (29/6). (tyo)