Nadiem berkata GrabBike hanya bisa meniru layanannya yang telah ia sediakan sejak 2011 di Jakarta. "Layanan yang dari Malaysia itu, GrabBike, hanya bisa meniru. Bahkan warna helm dan jaketnya sama seperti kita," ujar Nadiem usai jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadiem hendak menjadikan Gojek sebagai layanan yang melepas belenggu potensi para pekerja yang tidak berada dalam sektor formal. Dari Gojek para pengemudi ojek motor dapat membuktikan bahwa mereka meraih pendapatan yang besar dan berguna bagi sosial.
Gojek, yang merilis aplikasi untuk Android dan iPhone pada Januari 2015, diakui Nadiem belum menikmati keuntungan. Mereka masih dalam tahap edukasi dan memberi subsidi kepada pengemudi untuk memenangkan kompetisi.
Lihat juga:Go-Jek Ingin Ubah Persepsi Tukang Ojek |
![]() |
Kendati demikian, Gojek mengatakan sudah mulai menerapkan asuransi kepada pengemudi dan penumpang Gojek. Nadiem belum bisa bicara banyak soal asuransi ini karena perusahaan belum mengumumkannya secara resmi. "Baru-baru ini ada dua kecelakaan. Kita yang tanggung itu," tutur Nadiem.
Gojek saat ini memiliki sekitar 10.000 pengemudi ojek motor di empat wilayah operasional, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Bali. Setiap harinya ada sekitar 200 pengemudi ojek motor yang ingin bergabung di Gojek namun tidak semuanya diterima menjadi mitra.
Sejauh ini Nadiem berkata layanannya belum mau diperluas menyediakan mobil panggilan. Tetapi banyak pihak yang memaksanya untuk menyediakan layanan tersebut, termasuk para kepala daerah. "Kita lihat saja nanti," ujarnya.
Dari empat layanan yang disediakan Gojek, transportasi atau antar jemput merupakan layanan paling laris di Gojek, diikuti dengan layanan kurir barang, kurir makanan, dan belanja.
Empat Tahun Gojek
Nama Gojek mungkin mulai sering terdengar, padahal layanan ini sudah ada sejak empat tahun lalu. Nadiem mengaku tercetus membuat layanan ini karena sulitnya mencari transportasi di Jakarta.
Pada 2011 lalu Gojek tidak beroperasi seperti sekarang ini. Mereka mengandalkan pesanan lewat telepon dan media sosial, armada yang tergabung dalam Gojek pun masih belum terlalu banyak.
Pada 2014 Gojek mendapat suntikan dana, dan dari sini kemudian muncul aplikasi Gojek yang dirilis pada 2015. Nadiem yang saat itu masih bekerja paruh waktu pun memutuskan untuk sepenuhnya mengurusi Gojek.
(eno)
