Produsen Ponsel Perancis Ingin Bangun Pabrik di Indonesia

Hani Nur Fajrina | CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2015 14:32 WIB
Wiko Highway Pure, Ponsel 4G asal Perancis Masuk Indonesia (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Kami paham betul di Indonesia segera dicanangkan aturan komponen lokal itu. Kami sudah memikirkannya dengan rencana buka pabrik sendiri," tutur Chief Marketing Officer Wiko Mobile Indonesia, Djanto Jojo kepada awak media di Jakarta, Rabu (1/7).

Wiko Mobile selaku produsen ponsel pintar asal Perancis memang telah masuk pasar Indonesia sejak tiga bulan lalu. Berbekal produk smartphone 4G yang diiming-imingi kualitas tinggi dan lebih tipis dari iPhone 6, perusahaan meyakini akan besar di Indonesia. Untuk itu, kelanjutan eksistensinya berbuah operasi pabrik.


"Inginnya sudah mulai buka pabrik tahun ini, lebih cepat lebih baik. Lokasinya masih di sekitar Jabodetabek. Saat ini masih satu lini yang merakit setidaknya 4.000 unit," tambah Chief Sales Officer Wiko Mobile Indonesia, Sung Khiun.


Khiun masih enggan membeberkan lokasi tepat pabrik Wiko Mobile, namun menurut pengakuan dia, pabrik tersebut murni dari Wiko tanpa pihak ketiga. Namun, gedungnya memakai yang sudah ada. Ia juga enggan mengungkapkan nilai investasi.

Sejauh ini, sejumlah produsen asing sudah mengatur strategi dalam menghadapi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Samsung mengaku telah merakit ponsel andalan Galaxy S6 di Bekasi, sementara Lenovo dan Microsoft Device mengaku mulai mempertimbahkan sejumlah langkah strategis agar bisa tetap berjualan di Indonesia.

Adapun Oppo dan Haier Tiongkok sedang menyiapkan pabrik manufaktur merek, masing-masing di Tangerang dan Cikarang. Sementara Asus bermitra dengan Sat Nusapersada di Batam untuk merakit ponsel Android seri Zenfone.

Beberapa waktu lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa aturan ini akan jadi acuan bagi vendor lokal dan asing yang hendak menjual produknya di Indonesia.

Dalam draf aturan yang telah diuji publik sejak Mei 2015, Kemenkominfo mengajukan angka 30 persen TKDN untuk perangkat 4G LTE subsriber station (SS) dan 40 persen base station (BS) pada 2017 mendatang.

(eno/eno)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER