Kerusakan pada sistem komputer pesawat sebesar piano ini membuatnya hilang kontak komunikasi radio selama 81 menit dengan pengontrol misi di John Hopkins University Applied Physics Laboratory in Laurel, Maryland.
Mengutip situs The Guardian, para ilmuwan NASA berusaha memperbaikinya. Padahal, New Horizons dijadwalkan akan berada di orbit terdekat Pluto pada 15 Juli besok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbaikan menyeluruh kira-kira memakan waktu satu hingga beberapa hari. New Horizons sementara tidak bisa mengumpulkan data ilmiah selama masa perbaikan," tutur pihak NASA.
Diketahui gaya gravitasi Pluto sangat lemah, sehingga New Horizons membutuhkan banyak bahan bakar untuk menyesuaikan manuver.
Ia diharapkan bisa mengungkapkan cincin yang melingkari Pluto, lautan 'rahasia' di bawah permukaan Pluto, ataupun jumlah bulan Pluto yang bisa saja bertambah.
New Horizons sejauh ini sudah melakukan pengukuran partikel-partikel dan debu dari jarak 217 juta kilometer, serta memotret permukaan Pluto.
New Horizons diluncurkan oleh NASA pada Januari 2006. Ia telah menjelajah ruang angkasa selama 1.873 hari atau kurang lebih sembilan tahun.
New Horizons menjelajah ruang angkasa dalam kondisi setengah tertidur selama enam tahun belakangan. NASA membangunkannya tiap dua kali setahun untuk mengecek instrumen dan latihan manuver yang sekiranya akan dilakukan saat mendekati Pluto. (adt)