Kawah yang dimaksud bernama Shackleton dan terletak di kutub selatan Bulan. Kawah Shackleton tak hanya sebagai kawasan utama untuk eksperimen transformasi, NASA ingin mengubahnya menjadi kawasan layaknya Optimus Prime di Film Transformers. Untuk jangka panjang, tentu Shackleton akan diproyeksikan sebagai habitat robot penjelajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabarnya, para peneliti telah menemukan air di dalamnya, ini yang membuat pihak badan antariksa optimis untuk menjadikannya habitat manusia di masa depan.
Diketahui suhu Shakleton pada malam hari bisa mencapai minus 173 Celsius, namun rangkaian pemantul Matahari bisa menangkap cahaya dari puncak lereng kawah dan memantulkannya ke bawah kawah untuk menghantarkan panas serta mengisi daya ulang perangkat robot dalam waktu yang bersamaan.
Pemantul tersebut ukuran diameternya diperkirakan sekitar 39 meter dan mampu mengirim cahaya berjasak lebih dari 9,6 meter ke dalam kawah. Energi yang dihantarkan pun berkisar satu megawatt untuk mencegah pembekuan.
Proyek ini didanai oleh Phase II NASA sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp 6,6 miliar untuk studi dua tahun.
Apabila berhasil, maka kaum 'Optimus Prime' bakal mewarisi Bulan. (tyo)