Regional Security and Safety Lead Uber Asia Pacific, Leslie Yu mengatakan, fitur tersebut bakal datang di semua kota tempat Uber beroperasi di Indonesia.
"Akan datang secepatnya. Kami tidak bisa ungkap tanggal pastinya," ujar Leslie dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Uber Beri Asuransi untuk Satu Pengemudi, Tiga Penumpang
Tombol ini juga menghubungkan pengguna dengan lima orang teman yang telah didaftarkan. "Jika terjadi sesuatu dan pengguna menekan tombol panik maka lima orang teman akan tahu lalu polisi bisa bertindak cepat," ujar Leslie.
Uber diketahui telah memasuki pasar Indonesia pada Agustus 2014 dengan kantor representatif di Pacific Place, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta. Secara global mereka telah beroperasi di 328 kota di 58 negara.
Khusus bagi pengemudi perorangan di Jakarta yang ingin bergabung, Uber telah menunjuk Koperasi Trans Usaha Bersama sebagai mitra. Mereka menghubungkan para pemilik mobil perorangan yang ingin menjadi mitra pengemudi Uber.
Ketua Umum Koperasi Trans Usaha Bersama, Haryanto Mangundiharjo mengatakan, setiap pengemudi harus memenuhi syarat pemeriksaan latar belakang, alamat rumah, surat izin dari RT dan RW, kepemilikan mobil, hingga surat keterangan catatan kepolisian.
"Rata-rata mereka meraih pendapatan kotor Rp 16 juta per bulan," ujar Haryanto.
Para pengemudi bisa meraih pendapatan besar karena selama ini Uber belum mengutip keuntungan dari pendapatan per transaksi pengemudi Uber di Indonesia.
Perusahaan asal San Francisco tersebut punya rencana mengutip keuntungan 20 persen dari setiap transaksi seperti yang mereka lakukan di negara lain. Hal itu bakal dilakukan jika Uber telah membangun badan usaha dan mendapatkan nomor pokok wajib pajak (NPWP) perusahaan. Dengan begini akan jelas pembayaran pajak dari Uber ke pemerintah. (adt/tyo)