Larangan total ini segera disahkan. Inggris berdalih bahwa layanan bertukar pesan dalam keadaan terenkripsi bisa sangat berbahaya. Sistem itulah yang diterapkan oleh WhatsApp cs.
Berbicara awal tahun ini Perdana Menteri Inggris David Cameron memperingatkan, "Di negara kita, apakah kita ingin mengizinkan sarana komunikasi antara orang-orang yang kita (pemerintah) tidak bisa membaca?"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika saya Perdana Menteri, saya akan pastikan adanya undang-undang yang memastikan kami tidak mengizinkan bagi teroris mempunyai ruang aman untuk berkomunikasi satu sama lain."
Dengan aturan ini berarti layanan online seperti WhatsApp, Google, Facebook dan Apple akan dipaksa untuk menyerahkan pesan yang dikirim oleh pengguna kepada badan keamanan pemerintah seperti MI5.
Jelas saja aturan ini dikutuk oleh sebagian besar pihak. Direktur Eksekutif The Open Rights Group Jim Killock mengatakan kepada BBC, "Pemerintah menandakan bahwa ia ingin terus maju dengan peningkatan kekuatan pengumpulan data dan retensi bagi polisi dan GCHQ, memata-matai semua orang, apakah yang diduga kejahatan atau tidak."
Dan Liberty, yang berkampanye untuk kebebasan sipil dan hak asasi manusia di Inggris tak masalah dengan aturan yang bakal diambil oleh Negeri Ratu Elizabeth tersebut, namun dengan catatan. "Tapi rezim saat itu tidak memberikan perlindungan yang memadai untuk memastikan bahwa pengawasan tersebut dilakukan secara sah, dan dengan cara yang diperlukan dan proporsional," kata pihak Liberty.
(tyo/eno)