Robot tak lama lagi diprediksi bisa menjadi 'pekerja' di perusahaan saham besar di kawasan Wall Street, Amerika Serikat. Catatan analisis keuangan nantinya diramalkan bakal dikerjakan oleh robot cerdas.
Mengutip situs Time, sebuah kantor berita startup Narrative Science menggunakan program komputer dalam pembuatan artikel beritanya. Nah, kantor berita tersebut adalah yang memprediksi bagaimana kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berupa robot bisa memberikan layanan pada instansi keuangan di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini topik panas untuk didebatkan mengenai apakah komunitas analis keuangan bakal tersingkir oleh kecerdasan algoritma," ujar William Trout, seorang analis senior dari lembaga riset keuangan Celent.
Dari laporan Wall Street Jorunal, kehadiran robot ini bisa menguntungkan bagi bank karena teknologi AI yang sudah begitu mumpuni sehingga dinilai mampu melakukan tugas sulit, serta meningkatkan efisiensi biaya perusahaan.
Frankel berpendapat, kehadiran robot yang secara otomatis bisa bekerja sesuai bagaimana ia diperintahkan berpotensi besar untuk 'membebaskan' para karyawan manusia dari pekerjaan berat nan sulit.
Program cerdas pada komputer yang digunakan Narrative Science sendiri memiliki cara kerja penyaringan informasi yang terdiri dari pengajuan peraturan, database, dan dokumen internal. Kemudian, ia akan menggunakan algoritma untuk mengumpulkan informasi ke dalam bentuk ringkasan atau artikel.
Tak hanya bidang keuangan, kehadiran robot dengan kecerdasan buatan juga diprediksi akan 'merampas' pekerjaan manusia lainnya, seperti kasir dan sopir.
(eno)