Sri Harsha Somachi, Product Manager Gmail di posting blog resmi Google, mengakui pendeteksi spam di Gmail kadang tidak sempurna karena masih salah memasukkan email yang diinginkan ke folder spam.
Misalnya pengguna Gmail mendapatkan banyak email penting dari perusahaan seperti bank dan maskapai tapi kadang-kadang pesan keliru mengklasifikasikan sebagai spam. Ketika ini terjadi, pengguna mungkin harus menyeberang melalui folder spam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Edward Snowden: NSA Bisa Intip Foto Telanjang
Memang sejak awal, machine learning telah membantu membuat filter spam Gmail lebih dahsyat. Ketika pengguna mengklik tombol "Laporan spam" dan "Not spam", tidak hanya meningkatkan pengalaman Gmail saat itu juga, tetapi juga melatih filter Gmail untuk mengenali yang spam dan yang bukan.
Sebagai permulaan, filter spam sekarang menggunakan jaringan saraf tiruan untuk mendeteksi dan memblokir spam terutama yang licik dan akhirnya bisa lolos dari pengawasan.
"Kami juga menyadari bahwa tidak semua inbox sama. Jadi sementara pengguna lain mungkin cinta newsletter email mingguan, Anda mungkin membenci mereka. Dengan kemajuan pembelajaran mesin, filter spam sekarang dapat membedakan berdasarkan kebiasaan penggunanya."
Berkat sinyal pembelajaran mesin baru, Gmail sekarang bisa mengetahui apakah pesan benar-benar datang dari pengirim, sehingga menghindari email phising atau pengelabuan yang menggangu. (tyo/eno)