Terminologinya, sejauh ini, yang disebut-sebut adalah e-SIM yang ‘melekat’ di dalam ponsel. Pengguna bisa berganti operator tanpa perlu membeli kartu baru. Pergantian provider cukup dilakukan di antarmuka ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menghilangkan tempat kartu SIM seperti yang ada di ponsel-ponsel saat ini, pabrikan ponsel akan berpeluang menciptakan ponsel yang lebih tipis lagi.
GSM Association mengatakan kebanyakan operator terlibat dalam proses peralihan ke e-SIM. Di antaranya termasuk AT&T, Deutsche Telekom, Vodafone, Telefonica, dan Orange. Asosiasi itu mengkonfirmasi bahwa Apple dan Samsung berpartisipasi dalam pengembangan standar baru itu. (ded/ded)