Facebook pada Selasa (21/7) mengatakan bahwa kini para pembuat video sudah bisa mengatur semacam batasan untuk para penontonnya berdasarkan usia dan jenis kelamin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisnis video Facebook selama setahun belakangan mengalami ledakan positif, yaitu menambah trafik perusahaan empat kali lipat. Secara keseluruhan, video-video di Facebook menuai lebih dari empat miliar views per hari.
Facebook sendiri memiliki ambisi menghasilkan lebih banyak uang dari konten video dengan meluncurkan tipe iklan baru. Perusahaan juga ingin memberi opsi sasaran bagi para pelaku iklan yang tidak bisa didapatkan di platform lain.
Walau terkesan agresif, Facebook berniat untuk mengemasnya menjadi platform video lengkap nan berguna ketimbang membiarkan video secara sembarangan dan bebas tersebar di News Feed pengguna.
"Video adalah kesempatan besar untuk kami," ujar COO Facebook, Sheryl Sandberg beberapa waktu lalu. "Kami selalu percaya bahwa format iklan kami sudah seharusnya mengikuti bentuk apa yang dilakukan oleh pengguna di Facebook."
Sebelumnya, Facebook dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melawan YouTube dengan meningkatkan konten video musik resmi milik para musisi.
Menurut empat sumber yang dekat rencana ini, Facebook telah mengadakan diskusi awal dengan perusahaan rekaman besar untuk mencari lisensi video musik yang nantinya dapat dilihat di News Feed milik pengguna.
Tentu saja ada keuntungan yang dijanjikan Facebook kepada para perusahaan rekaman, di mana keduanya akan berbagi pendapatan iklan, tetapi persentasi bagi hasilnya belum ditetapkan. (tyo)