Emoji kini diklaim sebagai bahasa yang paling cepat penyebarannya di dunia maya. Tapi ukurannya yang kecil kerap membingungkan orang akan arti sesungguhnya ekspresi di wajah-wajah emoji itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gambar-gambar emoji yang menyatu dalam pesan teks pertama kali diperkenalkan pada smartphone Jepang. Tapi ketika pesan ini dikirimkan ke seluruh dunia, hasilnya tak dikenali.
Tapi ekspresi wajah di emoji kerap disalahmengerti. Pada Maret lalu Unicode Consortium mengajukan rekomendasi kepada pembuat font, seperti: “Buatlah wajah cemberut lebih cemberut, supaya tidak malah dikira marah”.
Rekomendasi yang dikeluarkan Unicode memang ditujukan untuk mengatasi masalah translasi mendasar, supaya emoji bisa dipahami secara benar dalam kebudayaan yang berbeda-beda.
Sebagai contoh adalah Emoji 1F62A, yang menurut Unicode disebut “wajah tidur”, digambarkan dengan gelembung yang keluar dari mulut. Ini menggambarkan tidur dalam kartun Jepang.
Tapi seringkali di negara lain diartikan menangis atau mengeluarkan air liur. Tapi tanpa gelembung, itu akan mengubah arti emoji itu di Jepang.
Jadi, supaya tak salah tafsir, untuk memahami makna yang begitu ‘cair’ dalam emoji, disarankan untuk mempertimbangkan konteks emoji-emoji itu. Atau bertanyalah kepada pengirim emoji, apa maksudnya. (ded/ded)