Di dalam misi Kepler, tak terlepas dari keterlibatan pihak Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI). Astronom senior dari SETI, Seth Shostak mengatakan, penemuan Kepler-452b telah menggiring lebih dekat kepada pemahaman bahwa porsi planet yang bisa mendukung kehidupan lebih tinggi dari yang sebelumnya diperkirakan.
Lihat juga:NASA Kembali Temukan Planet Mirip Bumi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SETI yang merupakan organisasi nirlaba dan fokus pada penemuan asal-usul kehidupan di alam semesta, selama ini menggunakan teleskop Allen Telescope Array (ATA). Teleskop ATA sendiri adalah kumpulan dari 42 antena di San Francisco bagian utara yang berfungsi memantau frekuensi sinyal radio. SETI juga berperan dalam pencarian peluang kehidupan di Kepler-452b.
![]() |
"Untuk kemungkinan potensi penghuni asing di sana, saat ini masih malu-malu alias belum menunjukan tanda pasti. Namun perlu diketahui, banyak penyebab soal sinyal hilang. Jika tak menangkap sinyal bukan berarti tak ada 'orang' di sana," lanjut Shostak.
NASA menyatakan bahwa Kepler-452b lebih besar 60 persen dari Bumi. Hal menariknya, tempat ia 'bersemayam' adalah di zona layak huni, kawasan di mana cairan air yang bisa menopang kehidupan sangat mungkin hadir di permukaan planet.
"Ini bisa jadi kesempatan besar bagi lahirnya kehidupan. Tentu yang diperlukan adalah semua bahan dan kondisi yang mendukung peradaban agar bisa sungguh-sungguh tercipta di planet ini," ucap peneliti Kepler, Jon Jenkins.
