Ilmuwan: Makanan Pedas Bisa Bikin Umur Panjang

Astria Zahra Nabila, CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2015 09:02 WIB
Ilmuwan: Makanan Pedas Bisa Bikin Umur Panjang Ilustrasi (Thinkstock/Alena Ozerova)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak hanya nikmat di lidah, makanan pedas berpotensi untuk memperpanjang umur pengkonsumsinya. Studi terbaru menemukan bahwa kemungkinan besar, mengkonsumsi makanan pedas secara rutin dapat meningkatkan angka harapan hidup seseorang.

Tertulis di situs New York Times, orang yang mengkonsumsi makanan pedas satu hingga dua kali dalam seminggu berpotensi meninggal 10 persen lebih rendah dibanding orang yang mengkonsumsi makanan pedas kurang dari satu kali dalam seminggu.

Sedangkan mengkonsumsi makanan pedas enam hingga tujuh kali dalam seminggu menurunkan angka resiko kematian hingga 14 persen.
(Dok.Thinkstock/moodboard)

Studi yang dilakukan di China ini melibatkan sekitar setengah juta orang dalam rentang usia antara 30 hingga 79 tahun dan dijalankan dalam periode 7 tahun, yaitu dari tahun 2004 sampai tahun 2008.


Selama penelitian ini berlangsung, para partisipan diharuskan untuk melaporkan keadaan kesehatan mereka, jumlah konsumsi alkohol, dan juga jumlah konsumsi makanan pedas mereka. Selain itu, para partisipan juga harus melaporkan jenis asupan cabai yang mereka dapat.

Selain itu, dikutip dari situs Time, tidak hanya mengurangi resiko angka kematian, mengkonsumsi makanan pedas juga dapat menurunkan resiko terjangkitnya beberapa jenis penyakit seperti kanker, penyakit jantung iskemik, dan gangguan pernapasan.

Berdasarkan situs LA Times, studi mengenai makanan pedas juga menunjukkan bahwa wanita yang tidak mengkonsumsi makanan pedas secara rutin memiliki presentase kemungkinan meninggal akibat infeksi 45 persen lebih tinggi dibanding wanita yang sering mengkonsumsi makanan pedas.

Namun, studi pada pria menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara mengkonsumsi makanan pedas dengan kematian yang disebabkan oleh infeksi.

Selain frekuensi konsumsi makanan pedas, sumber dan jenis makanan pedas yang dikonsumsi juga menjadi faktor penentu. Orang yang mengkonsumsi cabai segar terbukti memiliki resiko lebih rendah akan terkena kanker, penyakit jantung, dan diabetes dibandingkan orang yang mengkonsumsi cabai yang telah dikeringkan.

Akan tetapi, studi ini hanya bersifat observasi, dan masih terlalu cepat untuk menentukan apakah memang ada hubungan antara makanan pedas dan angka kematian yang rendah.
( Thinkstock/hrandz)

"Kita membutuhkan lebih banyak data dari populasi yang berbeda untuk diuji," ujar Lu Qi, salah satu pelaksana penelitian dari Harvard School of Public Health di Boston.

Tertulis di situs Live Science, para peneliti tidak tahu pasti mengapa mengkonsumsi makanan pedas dapat memengaruhi angka harapan hidup seseorang, namun menurut Qi, penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya pada sel-sel dan binatang mengindikasikan beberapa kemungkinan.

Sebagai contoh, telah terbukti bahwa mengkonsumsi makanan pedas dapat mengurangi inflamasi, mempercepat proses pelarutan lemak pada tubuh, dan merubah komposisi bakteri perut.

(tyo)


ARTIKEL TERKAIT