Banyak pihak mempertanyakan langkah LG ini, karena saat ini sedang tren ponsel dengan desain layar sentuh. Apalagi, LG kembali menggunakan format tombol alfanumerik di mana tombol keyboard tidak muncul di layar sentuh.
Kepada situs teknologi The Verge, LG menyatakan empat alasan yang mendasari dibuatnya pembuatan Wine Smart.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, ponsel ini ditargetkan kepada konsumen yang menggunakan ponsel untuk kebutuhan komunikasi suara (voice), bukan kepada mereka yang aktif membuka game atau berselancar Internet.
Terakhir, ponsel ini ditujukan kepada pengguna yang mengutamakan fungsi pintar pencarian pesan atau hal lain.
LG meyakini masih ada konsumen yang memiliki kebutuhan demikian dan menantikan produk yang berbeda dari yang biasa beredar di pasar. LG lebih dulu memfokuskan penjualan Wine Smart di negeri asalnya.
Ponsel ini tidak mengusung spesifikasi tinggi. Ia dirancang dengan layar seluas 3,2 inci jenis HVGA beresolusi 480 x 320 pixel. Dapur pacunya menggunakan prosesor quad-core 1,1 GHz, RAM 1 GB, memori internal 4 GB yang dapat diperluas dengan kartu MicroSD. Semua itu berjalan dengan sistem operasi Android 5.1.1 (Lollipop).
Kameranya mengusung sensor 3 megapixel dan kamera depan beresolusi VGA. Ponsel yang mendukung jaringan 3G dan 4G LTE ini, ditopang dayanya dengan baterai berkapasitas 1.700 mAh. (adt/eno)