Menurut situs CBS News, meskipun beberapa karyawan merasa tidak keberatan dengan hal tersebut, mengingat dorongan dari perusahaan membantu karir mereka, banyak juga yang menganggap standar yang ditetapkan Amazon terlalu sulit untuk diikuti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemecatan dan juga evaluasi berlebihan seringkali dihadapi oleh karyawan. Para karyawan yang mengidap kanker, mengalami keguguran dan masalah pribadi lainnya dievaluasi dengan tidak adil alih-alih diberikan waktu untuk pulih kembali.
"Setiap kali anda keluar dari ruang rapat, Anda akan melihat pria dewasa menangis," ujar Olson, "Saya dulu melihat hampir semua kolega saya menangis di mejanya."
Amazon merupakan perusahaan pengecer terbesar di Amerika Serikat yang bekerja secara online. Berpusat di Seattle, Washington., menjual banyak jenis produk mulai dari buku hingga alat-alat elektronik lainnya.
"Amazon adalah perusahaan yang berjuang untuk menghasilkan hal-hal besar yang inovatif, dan hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan," ujar Susan Harker, perekrut karyawan dari Amazon.
(tyo)