Astronaut Lihat 'Gurita Merah' di Langit Meksiko
Susetyo Dwi Prihadi | CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2015 09:07 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 10 Agustus 2015, Meksiko dihantam badai yang lumayan parah. Dari fenomena alam itu memunculkan efek yang aneh dari atas langit di kota di Amerika Latin tersebut.
Astronaut yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menyaksikan fenomena paling aneh yakni gumpalan seperti asap yang membentuk seperti gurita raksasa berwarna merah. Fenomena ini terbentuk di atas Meksiko Selatan. (Baca: Kontroversi Foto 'Monster Kepiting' di Planet Mars)
Ketika kru melihat gurita merah datang, Stasiun Luar Angkasa Internasional tengah melayang di atas bumi pada ketinggian sekitar 400 kilometer (250 mil).
Gumpalan fenomena itu membentuk tentakel gurita dengan campuran warna merah dan terjadi dalam waktu sekejap antara 3 sampai 10 milidetik. Tapi untungnya, para astronaut mampu mengabadikan dalam sebuah jepretan kamera. (Baca: Langit Singapura dan Bangkok Pernah Dilewati Cahaya Aneh)
Semburan warna merah biasanya terjadi pada ketinggian sekitar 65-75 kilometer (40-45 mil). Adapun sulur seperti tentakel itu sendiri, para ilmuwan mengatakan panjangnya bisa lebih dari 90 kilometer (55 mil).
Di satu sisi, gumpalan semburat warna merah menyerupai petir. Kedua fenomena turun untuk memiliki kilatan cahaya beruntun di langit. Namun, para peneliti belum menentukan kondisi lingkungan yang tepat yang menimbulkan warna merah tersebut.
Mereka menduga mungkin ada hubungannya dengan penyimpangan dalam ionosfer, yaitu bagian dari atmosfer kita yang terionisasi oleh radiasi matahari, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hipotesis ini. Demikian yang dikutip dari Softpedia, Kamis (20/8). (tyo/eno)
Astronaut yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menyaksikan fenomena paling aneh yakni gumpalan seperti asap yang membentuk seperti gurita raksasa berwarna merah. Fenomena ini terbentuk di atas Meksiko Selatan. (Baca: Kontroversi Foto 'Monster Kepiting' di Planet Mars)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semburan warna merah biasanya terjadi pada ketinggian sekitar 65-75 kilometer (40-45 mil). Adapun sulur seperti tentakel itu sendiri, para ilmuwan mengatakan panjangnya bisa lebih dari 90 kilometer (55 mil).
Mereka menduga mungkin ada hubungannya dengan penyimpangan dalam ionosfer, yaitu bagian dari atmosfer kita yang terionisasi oleh radiasi matahari, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hipotesis ini. Demikian yang dikutip dari Softpedia, Kamis (20/8). (tyo/eno)