Pada Maret 2014 lalu, perusahaan teknologi Sony telah menjual unit bisnis komputer jinjing mereka, Vaio, kepada Japan Industrial Partners (JIP), karena kala itu penjualan komputer global lesu dan tren komputasi diprediksi bergerak ke perangkat mobile.
Perusahaan baru yang membawahi Vaio kini disebut Vaio Corp, yang mulai menjual produk ke pasar Jepang. Sekarang Vaio coba memperluas bisnisnya ke Amerika Serikat dan fokus pada produk menengah ke atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Vaio Corp, Yoshimi Ota mengatakan, pihaknya mulai menjual komputer di toko retail Microsoft di Amerika Serikat pada Oktober 2015.
Menurut Ota, ketika itu Sony melakukan kesalahan tidak memfokuskan bisnis Vaio pada profitabilitas. Belajar dari itu, Vaio Corp berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
"Kami tidak tertarik untuk membuat model murah dan dipakai semua orang," ujar Ota seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Rabu (19/8).
Selain komputer jinjing, saat ini Vaio Corp juga membuat ponsel pintar dengan merek Vaio Phone yang mengusung spesifikasi tinggi dan harga premium. (adt/eno)