Windows Hello sengaja dirancang untuk membuka akses akun komputer dengan cara biometri atau melakukan pengukuran pada proses biologis. Ia dapat memindai wajah pengguna, iris, atau sidik jari untuk memverifikasi identitas si pengguna.
Kejadian menarik baru saja terungkap bahwa sistem pengamanan biometri pada Windows Hello ternyata tak bisa 'dibodohi' oleh wajah kembar si pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media The Australian bersama institusi penelitian The Australian Twins Registry (ATR) melakukan eksperimen tersebut dengan 40 ribu pasangan kembar di Negeri Kanguru sebagai responden. Mereka semua tentu dalam keadaan sehat secara medis.
Menurut direktur ATR, John Hopper, satu dari 40 orang memiliki saudara kembar, kemudian seperempat dari satu pertiga pasangan adalah kembar identik.
Salah satu pasangan kembar yang tak berhasil mengecoh sistem Windows Hello adalah Annabelle dan Miriam Jeffrey.
"Sistemnya mampu membedakan kami dengan sangat mudah," ujar Miriam. "Cukup mengejutkan, saya kira Windows Hello bakal tertipu, nyatanya tidak. Sangat bagus, ia bisa mendeteksi dengan cepat."
Kemudian pasangan kembar lain masih berusaha untuk mengelabui sistem Windows Hello dengan menukar kacamata mereka atau mengubah gaya rambut yang meniru saudara kembarnya. Pasangan kembar Sharon dan Nicole Tay tetap tak bisa menipu sistem
keamanan Windows Hello.
Sharon membuka akun Nicole dengan cara memasukkan kata sandi atau password yang tak dirahasiakan di antara mereka.
Windows 10 diluncurkan secara global pada 29 Juli 2015 lalu. Perubahan besar adalah kembalinya tombol Start di bagian kiri bawah layar seperti pada Windows 7 dan versi sebelumnya. Perusahaan juga menyediakan aplikasi peramban terbaru Microsoft Edge yang menggantikan Internet Explorer. (adt/eno)