Ia pun mengatakan terbuka untuk "jenis kerjasama berbeda" dengan Apple atau Google untuk memberi masukan besar dalam membangun mobil.
"Banyak hal yang dibayangkan," kata Zetsche dalam sebuah wawancara dengan majalah tiga bulanan Deutsche Unternehmerboerse yang diterbitkan Jumat, 21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Googel dan Apple bisa menyediakan sistem peranti lunak untuk mobil dan membawa seluruh ekosistemnya ke dalam kendaraan. Itu bisa menarik bagi kedua belah pihak," lanjutnya.
"Kami tidak ingin menjadi kontraktor yang tidak memiliki konten langsung dengan pelanggan dan hanya memasok hardware untuk pihak ketiga," katanya.
Bukan hanya Zetsche yang mengatakan hal demikian, tetapi Chairman Volkswagen Martin Winterkorn pun, juga berpendapat demikian. Ia telah mendesak perusahaan otomotif untuk kerja sama dengan perusahaan teknologi dalam membuat mobil masa depan yang lebih aman dan lebih cerdas.
Kehadiran mobil tanpa setir yang bisa berjalan sendiri tanpa sopir hasil pengembangan Google, membuka peluang soal mobil pintar masa depan dari perusahaan teknologi berbasis di Silicon Valley.
Apple pun dilaporkan sedang mengembangkan mobil listrik yang bisa berjalan otomatis. Sementara Tesla, telah memasarkan mobil listrik dan sedang menguji peranti lunak baru yang memungkinkan mobil berjalan otomatis tanpa kendali sopir. (adt)